Mas Handi, costumer yg akhir-akhir ini tidak jarang ngentotin saya, iseng buka-buka komputerku, & kelihatan lah photo Susan yg amat sangat menantang itu. Dirinya nanya kepadaku, ini poto siapa. Saya jawab itu photo cewek abgnya chattinganku di Denpasar. Ia bersama amat sangat bernapsu nyuruh saya kontak ke Adi apakah Susan dapat beliau book, kalo dapat ia ingin ke Denpasar sambil menyaksikan peluar usaha yg ada disana. Saya bilang ke dirinya, saya ikutan ya.
Mas Handi gak keberatan apabila akupun ikut bersama ia, hanya dirinya mengemukakan jikalau Susan ingin dientotnya, ia sebenarnya gak butuh saya, menjadi saya mesti cari kesibukan sendiri. Gak masalah untuk saya apabila begitu, kan ada Adi yg mampu saya kontak, rasanya beliau gak dapat keberatan menemani saya sewaktu ada di Denpasar. Nyata-nyatanya jawaban Adi positif, Susan bersedia menemani mas Handi tatkala berasa di Denpasar. Mas Handi amat bersemangat mengurus kepergian ke Denpasar. Akupun kontak Adi berkaitan aspek ini.
Sampailah saya di Denpasar, telah senja. Adi & Susan menjemput kami di airport. Susan teramat menarik, dirinya make kemben & celana jin yg ketat maka toketnya yg montok menyembul bersama terang, begitu pun pantatnya yg membulat teramat memancing gairah mas Handi buat langsung mengentotinya. Dgn taksi, mas Handi serentak memboyong Susan ke hotel yg telah di booknya.
Saya ditinggalkannya dgn Adi. Adi orangnya lumayan rupawan, tinggi gede dgn tubuh atletis. Adi menggandeng saya dgn mobilnya utk mencari makan tengah malam. Sambil makan tengah malam, Adi menceritakan siapa ia. Beliau duren – duda keren tidak dengan anak – wiraswasta di Bali, seumur bersama mas Handilah. Saya bilang apakah saya haru manggil beliau mas, jawabnya gak udahlah. Panggil Adi telah pass, gak usah formal. Habis makan dirinya nanya saya ingin kemana lagi, jawabku saya ikut kemana dirinya membawaku. Malah kutambahi, Ines milik anda selagi di denpasar.
Beliau tersenyum mendengarnya. “Kalo demikian, kita ke villa aja ya”, menurutnya. “Vila? Di Luar kota?” tanyaku. “Enggak kok, masihlah di dalem kota. Vila itu gak akbar namun punyai private pool sendiri. Anda bawa bikini gak”, jawabnya. “Bawa Di, jeroan Ines pun model bikini seluruhnya, minim & tidak tebal sekali”, jawabku. Saya telah tau kemana arah perkataannya. Beliau hanya tersenyum saja & mengarahkan mobilnya ke vila itu. Mobilnya serentak masuk ke garasi vila, rolling door garasi juga ditutup oleh Pegawai vila.
Adi mengajakku turun dari mobil, saya mengambil tasku & Adi mengambil tas yg berisi makanan & minuman, mungkin saja serta pakaiannya. Vila itu hanya satu area, seperti kamar hotel, isinya ranjang akbar, lemari baju, meja makan dari kayu & lemari es mungil, di lokasi lain ada pantri mungil & kamar mandi. Adi meletakkan makanan & minuman yg dibawanya di meja pantri. Sedia kompor gas & peralatan masak sederhana di pantri itu.